3 Sistem Ventilasi Terbaik yang Bisa Kamu Aplikasikan di Rumah

25 Mar by Catalina

3 Sistem Ventilasi Terbaik yang Bisa Kamu Aplikasikan di Rumah

Salah satu fitur dari rumah yang jarang diperhatikan namun sebenarnya adalah menjadi faktor utama yang menjadikan sebuah rumah layak untuk dihuni: ventilasi. Beberapa rumah modern sudah menerapkan sistem HRV atau Heat-Recovery Ventilator yang dapat membantu temperatur rumah menjadi lebih stabil.

Tapi, sebelum jauh membahas, banyak orang mungkin bertanya-tanya, apakah rumah yang eco-friendly membutuhkan ventilasi mekanik? Banyak orang berpikir bahwa hal ini hanya sistem yang banyak menghamburkan energi di rumah dan harus dihindari karena cukup hanya dengan membuat jendela maka masalah ini selesai.

Kenapa Harus ada Ventilasi?

Selama berabad silam, rumah tidak memiliki sistem ventilasi, tapi mereka bisa hidup dengan sebagaimana mestinya, bukan? Lalu kenapa sekarang kita harus bersusah payah dan menghabiskan banyak dana hanya untuk membuat ventilasi di rumah kita?

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kepentingan hadirnya ventilasi di dalam rumah hari ini dibandingkan dengan rumah-rumah di masa lalu. Yang paling penting adalah rumah pada 100 tahun lalu banyak memiliki kebocoran. Biasanya mereka tidak menggunakan sistem insulasi di dinding mereka, jadi udara segar bisa masuk melalui celah-celah di dinding, retakan dan lubang di sekitar bangunan.

Juga, material bangunan yang digunakan seabad lalu kebanyakan adalah produk alam yang tidak menghasilkan pelepasan gas yang signifikan dari senyawa organik yang mudah menguap, pengawet (formalin), senyawa yang mudah terbakar, dan zat kimia lain yang sangat umum digunakan dalam bahan bangunan, perabotan, dan hal-hal lain hari ini.

Pilihan dalam Membuat Ventilasi

Ventilasi bisa memiliki berbagai macam bentuk. Secara umum, sistem ventilasi bisa dibagi ke dalam 3 kategori.

 

  • No Ventilation

 

Sistem ini yang paling sering diaplikasikan pada rumah-rumah di daerah Amerika. Tidak ada sistem mekanik yang digunakan untuk mensirkulasi udara (dan kelembaban) yang ada di dalam atau untuk membawa masuk udara segar dari luar. Pada masa lalu ketika bangunan belum diinsulasi, strategi ini cukup baik — hanya bergantung pada celah-celah yang ada di rumah.

Namun begitu, harus diingat bahwa hanya karena sebuah rumah memiliki banyak celah tidak berarti ventilasinya cukup bagus.Agar strategi ini berjalan dengan sempurna, rumah harus berada di lingkungan yang sejuk atau setidaknya punya perbedaan termperatur yang signifikan antara dalam dan luar rumah. Dua kondisi ini akan memberikan tekanan yang berbeda antara indoor dan outdoor, yang akan membuat ventilasi jenis ini bekerja.

 

  • Natural Ventilation

 

Sistem ventilasi seperti ini jarang sekali dilakukan karena membutuhkan fitur desain bangunan yang sangat spesifik untuk membantu mengalirkan udara segar dan menghilangkan udara yang pengap di dalam rumah.

Salah satu upaya yang sering dilakukan untuk sistem ventilasi ini adalah dengan membuat cerobong matahari (solar chimney) di mana air akan dipanaskan oleh matahari, agar menjadi lebih ringan, dan kemudian naik keluar melalui ventilasi terdekat di atas sebuah bangunan; hal ini akan menurunkan tekanan udara di dalam rumah, dan menarik udara segar masuk melalui ventilasi khusus yang sudah dibuat.

Banyak pemilik rumah yang berpikir jika membuka jendela adalah bagian dari strategi ventialsi mereka, tapi kebanyak orang membuka pintu hanya ketika musim panas. Dan membuka jendela tidak memberikan jaminan bahwa udara yang segar akan masuk.

 

  • Balanced Ventilation

 

Sistem ventilasi yang jauh lebih baik dihasilkan melalu sistem ventilasi yang seimbang dimana kipas yang berbeda akan membantu masing-masing udara yang keluar dan yang masuk. Hal ini akan mempermudah kita untuk mengendalikan udara segar yang masuk.

Spread the love