Month: March 2018

31 Mar by Catalina

5 Tips Mencegah Tertular Penyakit, Meski Tinggal Satu Rumah

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Menjaga kesehatan memang selalu perlu untuk kita lakukan. Caranya bisa dengan membiasakan pola hidup sehat mulai dari menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan yang tepat dan seterusnya. Akan tetapi, itu saja tidak cukup. Terkadang anda bisa terkena penyakit bukan karena pola hidup yang tidak sehat, tapi karena tertular orang lain. Memang beberapa jenis penyakit menyebar dengan cara menular dari satu penderita ke penderita lainya. Untuk menghindari terkena penyakit menular, hal yang paling gampang yang bisa anda lakukan adalah menghindar untuk berada di sekitar orang dengan penyakit menular. Selanjutnya, anda juga bisa mempertimbangkan penyakit menular apa itu. Jika penyakit itu hanya menular lewat sentuhan langsung, anda bisa berada di dekat orang yang sakit tanpa perlu khawatir tertular penyakit tersbeut. Cara Mencegah Penyakit Menular dalam Keluarga Namun, bagaimana jika anggota keluarga anda di rumah yang sedang sakit? Tetap berikan perawatan terbaik. Jangan takut tertular, tapi tetap berhati-hati agar tidak saling menularkan penyakit. Berikut cara mengantisipasi agar tidak saling tertular penyakit.
  1. Menutup mulut dan hidung
Jika ada anggota keluarga anda sedang terkena flu atau jenis penyakit lainnya yang menular lewat bersin dan sejenisnya, usahakan ketika bersin mulut ditutup. Penyakit semacam ini menyebarkan virus penyebab penyakit lewatr udara. Jadi, ketika bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu agar virus tidak langsung menyebar ke udara. Bahkan kalau perlu gunakanlah masker untuk meminimalisir penularan penyakit. Bagi kamu yang tidak terkena penyakit, tidak ada salahnya juga menggunakan masker.
  1. Menggunakan kamar sendiri
Cara ini cukup ampuh untuk beberapa jenis penyakit menular terutama yang menular melalui udara dan sentuhan langsung. Dengan menggunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga yang lain, penyebaran penyakit bisa diminimalisir karena meminimalisir penyebaran penyebab penyakit. Biasanya penyakit menular disebabkan virus, jamur dan sebagainya. Dengan menggunakan kamar terpisah, makhluk parasite memiliki kemungkinan kecil untuk menyebar ke anggota keluarga yang lain.
  1. Menggunakan barang pribadi berbeda
Menggunakan barang seperti handuk, gelas, sabun batang, dan sebaginya yang sama bisa membuat antar keluarga saling tertularpenyakit. Ini karena beberapa jenis virus penyebab penyakit bisa menular melalui sentuhan tidak langsung. Jadi, menskipun sesame anggota keluarga sendiri sekalipun usahakan untuk memilihi parang pribadi masing-masing. ini menghindarkan anggota keluarga yang lain tertular ketika ada yang terserang penyakit.
  1. Cuci tangan
Untuk menghindari saling tertular penyakit antar anggota keluarga, rajin mencuci tangan bisa menjadi salah satu cara. Ini perlu dilakukan untuk yang sedang terserang penyakit dan yang sehat sekalipun. Dengan rajin mencuci tangan, kebersihat tetap terjaga. Akibatnya, pernularan penyakit bisa diminimalisir. Cara ini lebih efektif terutama dalam menghindari penularan yang bisa terjadi melalui sentuhan tidak lagsung. Sebagai catatan, kebersihan tempat cuci tangan juga harus dijaga. Bahkan bisa dilakukan di tempat terpisah. Jangan sampai penularan malah terjadi di tempat cuci tangan tersebut.
  1. Menjaga kebersihan alat makan
Alat makan seperti sendok, garpu, gelas dan sebagainya bisa saja menjadi sareana penyebaran penyakit. Maka dari itu, menjaga kebersihan dengan mencuci sampai bersih sangat penting unutik meminimalisir penularan penyakit antar anggota keluarga. Nah itulah beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk mencegah penyakit menular dalam lingkungan keluarga. Bagaimanapun meski tinggal bersama, bukan berarti harus sakit bersama kan?
25 Mar by Catalina

3 Sistem Ventilasi Terbaik yang Bisa Kamu Aplikasikan di Rumah

Salah satu fitur dari rumah yang jarang diperhatikan namun sebenarnya adalah menjadi faktor utama yang menjadikan sebuah rumah layak untuk dihuni: ventilasi. Beberapa rumah modern sudah menerapkan sistem HRV atau Heat-Recovery Ventilator yang dapat membantu temperatur rumah menjadi lebih stabil. Tapi, sebelum jauh membahas, banyak orang mungkin bertanya-tanya, apakah rumah yang eco-friendly membutuhkan ventilasi mekanik? Banyak orang berpikir bahwa hal ini hanya sistem yang banyak menghamburkan energi di rumah dan harus dihindari karena cukup hanya dengan membuat jendela maka masalah ini selesai. Kenapa Harus ada Ventilasi? Selama berabad silam, rumah tidak memiliki sistem ventilasi, tapi mereka bisa hidup dengan sebagaimana mestinya, bukan? Lalu kenapa sekarang kita harus bersusah payah dan menghabiskan banyak dana hanya untuk membuat ventilasi di rumah kita? Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kepentingan hadirnya ventilasi di dalam rumah hari ini dibandingkan dengan rumah-rumah di masa lalu. Yang paling penting adalah rumah pada 100 tahun lalu banyak memiliki kebocoran. Biasanya mereka tidak menggunakan sistem insulasi di dinding mereka, jadi udara segar bisa masuk melalui celah-celah di dinding, retakan dan lubang di sekitar bangunan. Juga, material bangunan yang digunakan seabad lalu kebanyakan adalah produk alam yang tidak menghasilkan pelepasan gas yang signifikan dari senyawa organik yang mudah menguap, pengawet (formalin), senyawa yang mudah terbakar, dan zat kimia lain yang sangat umum digunakan dalam bahan bangunan, perabotan, dan hal-hal lain hari ini. Pilihan dalam Membuat Ventilasi Ventilasi bisa memiliki berbagai macam bentuk. Secara umum, sistem ventilasi bisa dibagi ke dalam 3 kategori.  
  • No Ventilation
  Sistem ini yang paling sering diaplikasikan pada rumah-rumah di daerah Amerika. Tidak ada sistem mekanik yang digunakan untuk mensirkulasi udara (dan kelembaban) yang ada di dalam atau untuk membawa masuk udara segar dari luar. Pada masa lalu ketika bangunan belum diinsulasi, strategi ini cukup baik -- hanya bergantung pada celah-celah yang ada di rumah. Namun begitu, harus diingat bahwa hanya karena sebuah rumah memiliki banyak celah tidak berarti ventilasinya cukup bagus.Agar strategi ini berjalan dengan sempurna, rumah harus berada di lingkungan yang sejuk atau setidaknya punya perbedaan termperatur yang signifikan antara dalam dan luar rumah. Dua kondisi ini akan memberikan tekanan yang berbeda antara indoor dan outdoor, yang akan membuat ventilasi jenis ini bekerja.  
  • Natural Ventilation
  Sistem ventilasi seperti ini jarang sekali dilakukan karena membutuhkan fitur desain bangunan yang sangat spesifik untuk membantu mengalirkan udara segar dan menghilangkan udara yang pengap di dalam rumah. Salah satu upaya yang sering dilakukan untuk sistem ventilasi ini adalah dengan membuat cerobong matahari (solar chimney) di mana air akan dipanaskan oleh matahari, agar menjadi lebih ringan, dan kemudian naik keluar melalui ventilasi terdekat di atas sebuah bangunan; hal ini akan menurunkan tekanan udara di dalam rumah, dan menarik udara segar masuk melalui ventilasi khusus yang sudah dibuat. Banyak pemilik rumah yang berpikir jika membuka jendela adalah bagian dari strategi ventialsi mereka, tapi kebanyak orang membuka pintu hanya ketika musim panas. Dan membuka jendela tidak memberikan jaminan bahwa udara yang segar akan masuk.  
  • Balanced Ventilation
  Sistem ventilasi yang jauh lebih baik dihasilkan melalu sistem ventilasi yang seimbang dimana kipas yang berbeda akan membantu masing-masing udara yang keluar dan yang masuk. Hal ini akan mempermudah kita untuk mengendalikan udara segar yang masuk.
20 Mar by Catalina

Ingin Keluarga Selalu Sehat? Baca 12 Tips Merawat dan Membersihkan Rumah ini

Rumah merupakan tempat utama untuk berlindung dan menghabiskan waktu. Maka dari itu kita harus selalu merawat dan membersihkan rumah. Rumah yang bersih dan terawat pastinya membuat penghuni betah dan sehat. Nah berikut ini disajikan tips merawat dan membersihkan rumah agar keluarga atau penghuni rumah selalu sehat dan betah. Tips Merawat dan Membersihkan Rumah
  1. Menyapu rumah setiap hari
Debu dan kotoran selalu masuk dalam rumah, jadi walaupun kemarin rumah sudah dibersihkan, hari berikutnya pasti akan kotor lagi. Untuk itu rumah perlu disapu minimal sehari sekali agar selalu bersih dan nyaman.
  1. Mengepel rumah
Mengepel rumah lebih baik dilakukan setiap hari. Namun hal tersebut tidak wajib. Anda bisa mengepel rumah jika lantai dirasa sudah tidak nyaman diinjak atau lantai terasa kotor.
  1. Membersihkan langit-langit rumah
Bagian langit-langit rumah pasti sering ada jaring laba-labanya atau kadang untuk rumah hewan-hewan. Dengan rutin membersihkannya, bisa membuat Anda terhindar dari kejatuhan kotoran yang berasal dari atap.
  1. Membersihkan kolong rumah
Jangan lupa juga membersihkan kolong-kolong rumah. Tempat tersembunyi seperti itu biasanya untuk tinggal hewan-hewan dan menjadi tempat yang menyenangkan untuk cicak. Kadang menjadi tempat hewan buang kotoran juga, jadi sering bersihkan agar tidak ada kuman, bakteri dan virus yang timbul dari kotoran-kotoran hewan tersebut.
  1. Menjaga sirkulasi udara rumah
Faktor satu ini sangat penting. Kalau bisa setiap hari bukalah pintu dan jendela rumah Anda agar terjadi pertukaran udara, dengan begitu rumah Anda tidak akan pengap. Rumah akan nyaman dan membuat betah. Udara yang dihirup saat di rumah pun lebih bersih dan segar.
  1. Memperhatikan kebersihan kamar mandi
Jangan lupa menguras air di bak kamar mandi secara berkala agar tidak timbul jentik-jentik nyamuk yang bisa menyebabkan demam berdarah. Kamar mandi juga harus rutin disikat lantai, dinding, bak nya (yang berbahan keramik) agar tidak menjadi kotoran yang membandel.
  1. Rutin membersihkan dapur
Dapur merupakan tempat memasak, tempat menghasilkan makanan, jadi harus sering dibersihkan agar makanan yang dihasilkan juga bersih. Jangan sampai waktu masak terganggu karena banyaknya kotoran.
  1. Sering mencuci dan mengganti keset rumah
Hal satu ini sepertinya sepele karena keset kan hanya untuk kaki. Namun perlu diketahui bahwa keset menyimpan jutaan bakteri dan kuman, jadi harus sering dicuci dan diganti.
  1. Memelihara tanaman
Tanaman sangat diperlukan untuk menghasilkan oksigen dan membuat rumah lebih sejuk. Rumah yang hijau pun terlihat lebih indah dibanding rumah yang gersang, tak ada tanamannya.
  1. Rutin membuang sampah
Sampah akan bau jika tidak segera dibuang. Usahakan setiap hari membuang sampah. Jika rumah ada tempat pembakaran sampah tersendiri, maka rutin lah membakarnya agar rumah tidak bau sampah. Rumah yang bau sampah bisa mengundang lalat. Hmmm sangat tidak nyaman bukan?
  1. Selalu menyediakan tisu atau kain lap
Sediakan tisu atau kain lap agar saat ada tumpahan minuman, makanan, atau lainnya, tumpahan bisa langsung dibersihkan dan tidak meluas ke bagian yang lain.
  1. Usahakan kabel listrik tidak terlihat
Maksud tidak terlihat adalah kabel dimasukkan dalam pipa, jadi tidak bergelantungan di atap ataupun dinding rumah. Karena sangat berbahaya jika nanti terjadi korsleting listrik atau kabelnya mengelupas. Jika ada anak kecil, usahakan juga stop kontak ditutup agar tidak untuk mainan. + Add New Category Nah demikian tadi sedikit tips merawat dan membersihkan rumah. Semoga keluarga  Anda selalu sehat.